Skip navigation

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. (Kis 13:22)

Ketika Tuhan menyingkirkan Saul, sepertinya Tuhan tidak punya pilihan yang lain selain kepada Daud. Padahal Daud adalah orang yang sangat tidak terkenal saat itu. Dilihat dari postur tubuh, penampilan, dan bahkan pengalaman, Daud sebetulnya sama sekali tidak masuk hitungan untuk dianggap layak diangkat sebagai calon raja menggantikan Saul.

Diantara orang-orang Israel sendiri sebetulnya banyak yang lebih cocok untuk menjadi raja berikutnya. Bahkan jika dibandingkan dengan kakak-kakaknya Daud sendiri, mereka jauh lebih pantas jadi raja. Samuel-pun sempat terpesona ketika melihat mereka tampil satu-persatu dihadapan dirinya.

Tetapi Tuhan punya pilihanNya sendiri. Dia berkata bahwa manusia selalu melihat penampilan luar tetapi Tuhan selalu memandang ke dalam hati. Itulah sebabnya Tuhan menjatuhkan pilihan kepada Daud, sebab Dia melihat bahwa Daud-lah yang selama ini bisa membuat Tuhan berdebar-debar jantung hatiNya.

“Up to the time of Samuel the prophet, God provided judges to lead them. But then they asked for a king, and God gave them Saul, son of Kish, out of the tribe of Benjamin. After Saul had ruled forty years, God removed him from office and put King David in his place, with this commendation: ‘I’ve searched the land and found this David, son of Jesse. He’s a man whose heart beats to my heart, a man who will do what I tell him.’

Dari sini kita bisa melihat bahwa sekalipun selama ini kita tidak terlihat, tidak tampil, tidak dominant, tetapi sikap kita bisa membuat hati Tuhan berdebar-debar maka Tuhan juga akan jatuh cinta kepada kita.

Kalau Tuhan sudah jatuh cinta kepada kita maka Dia akan lakukan apa saja untuk mendapatkan kita. Padahal sebetulnya Dia adalah yang sudah punya segalanya. Gambarannya bisa dilihat dalam Kidung agung 6:8-9:

“Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya.Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya; puteri-puteri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya.”

Untuk bisa menjadi permaisuri, dibutuhkan proses yang panjang dan syarat serta standar yang tinggi. Meskipun banyak orang yang mencobanya, namun hanya orang-orang pilihan sajalah yang bisa menjadi permaisuri. Jadi kalau dari kalangan rakyat jelata bisa menjadi permaisuri, itu merupakan PERKENANAN RAJA.

Demikian juga kita dihadapan Tuhan. Kita ini kotor, najis dan sangat tidak layak untuk menjadi mempelaiNya. Tapi kalau kita bisa menjadi orang-orang pilihanNya itu merupakan perkenanan Tuhan atas kita. Apalagi kalau sikap hidup kita bisa membuat hati Tuhan berdebar-debar, maka Dia bisa lakukan apa saja untuk membuat kita semakin jatuh cinta dengan Dia.

Tuhan Yesus sebetulnya sangat mengasihi kita. Dia ingin mendapatkan kita, dan untuk itu Dia rela melakukan apa saja termasuk mengorbankan diriNya diatas salib. Dijadikan menderita, sakit dan penuh dengan kutuk, menggantikan kita.

Hanya saja kita sebagai manusia yang seringkali tidak mempedulikan perasaanNya. Kita sering bersikap mendua, tidak setia. Tapi Tuhan tetap penuh kasih kepada kita, dan Dia dating ke dunia untuk menyelamatkan kita. Alasan utamanya mengapa Dia datang adalah karena Dia cemburu dengan kita. Sepertinya Dia ‘frustasi’ dengan kita karena kita sangat tidak peduli dengan perasaanNya.

“Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.” (Yesaya 9:1-6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: