Skip navigation

Siapa yang tidak menyukai kemenangan? Semua orang sangat suka dengan suasana kemenangan. Tapi tahukah kita ada musuh bebuyutan yang justru menyerang pada saat kita sedang menikmati kemenangan? Jangan sampai kita begitu merasa aman karena pintu depan sudah diduduki, kita malah kebobolan di pintu belakang.

Di satu sisi kita melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana Tuhan saat-saat ini sedang bergerak dengan kekuatan dan kedahsyatanNya. Kuasa Tuhan yang tidak terbantahkan sedang didemonstrasikan dengan cara-cara yang spektakuler. Kita sedang ada dalam perkenanan Tuhan yang luarbiasa. Pintu gerbang Surga sedang terbuka lebar. Anak-anak Tuhan sedang dipromosikan secara terang-terangan di hadapan dunia ini.

Namun di sisi lain Tuhan mengingatkan kita untuk tidak ‘overconfidence’ atau mabuk kemenangan agar kita tidak kehilangan kewaspadaan kita. Iblis justru seringkali menyerang anak-anak Tuhan yang sedang merasa kuat dan perkasa. Mereka menjadi sangat lengah karena mereka berpikir iblis tidak mungkin menyerang ditengah-tengah ‘perayaan’ kemenangan.

Bila kita melihat sejarah kebangunan rohani atau revival yang terjadi di seluruh dunia, kita akan mendapati suatu fakta bahwa seringkali iblis membuat jatuh anak-anak Tuhan disaat kemuliaan Tuhan sedang dinyatakan besar-besaran. Bahkan di Alkitab kita juga menjumpai hal-hal yang serupa.

Ada musuh yang sangat ditakuti oleh bangsa Israel yaitu bangsa Amalek. Mereka adalah ‘spesialis’ penyerang pintu belakang. Amalek adalah keturunan Esau yang menjual hak kesulungan. Suatu bangsa keturunan orang yang tidak bisa menghargai atau menganggap rendah hal-hal yang rohani. Arti dari Amalek sendiri adalah ‘dweller in a valley’. Suatu bangsa yang senang dengan kehidupan di lembah dan ingin agar orang-orang lain juga ada di tempat yang sama seperti mereka.

Dalam Hakim-hakim 6 dikisahkan bagaimana setelah bangsa Israel selesai menabur maka bangsa Median dan bangsa Amalek menyerang Israel dan merampas semua ternak dan menginjak-injak tanah pertanian yang baru saja ditaburi benih. Bukan hanya sekali tapi berkali-kali. Inilah yang membuat bangsa Israel banyak yang pindah ke gua-gua persembunyian. Mentalitas mereka jatuh, dan mereka trauma, hingga akhirnya Tuhan membangkitkan Gideon yang memimpin bangsa Israel untuk mengalahkan musuh-musuhnya.

Dalam 1 Samuel 30 dikisahkan pada saat Daud mengalahkan musuh-musuhnya dan mereka mendapatkan hasil rampasan yang sangat banyak, mereka justru mendapati tempat tinggal mereka di Ziglag dibakar oleh bangsa Amalek. Keluarga mereka ditawan, harta mereka dirampas. Dalam sekejap mentalitas pasukan Daud jatuh, dan bahkan mereka ingin melempari pemimpin mereka dengan batu. Memang pada akhirnya mereka bisa membebaskan keluarga mereka dan merebut kembali kekayaan mereka, tetapi mereka sudah ‘kecolongan’ dan akhirnya mereka harus membayar ekstra untuk kelengahan seperti ini.

Bagaimana mengalahkan Amalek?

Ketika Yosua berperang melawan Amalek, Musa ada diatas gunung dan mengangkat tangan. Ini bicara bahwa strategi harus berasal dari tempat yang Maha Tinggi yaitu di Secret Place-nya Tuhan. Angkat tangan berarti benar-benar berserah dan mengakui bahwa hanya tuhan saja yang menjadi sumber kemenangan. Bukan kekuatan kita sendiri.

Ketika Musa lelah, tangan Musa ditopang oleh Kaleb dan Harun. Ini bicara bahwa kita tidak boleh sendiri. Kita harus punya komunitas yang sehat, yang berani menegur bila kita salah, dan bersedia mendampingi di saat kita lemah.

Ketika serangan Amalek terjadi, ingatlah jangan mau kita ditarik ke lembah. Lembah penyesalan, lembah putus asa, lembah menyalahkan diri sendir aatu menyalahkan orang lain. Status kita dalah orang-orang yang lebih dari pemenang dan bukan pecundang. Deklarasikan Firman Tuhan, perkatakan dengan suara keras setiap Firman yang menyatakan bahwa bersama dengan Tuhan kita pasti menang!

One Comment

  1. Awesome.. you right bro..
    sikat abis amalek!
    Dengan kerendahan hati untuk berjaga-jaga selalu
    dan tidak ‘overconfidence’ ..

    Mazmur 44:3
    Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya wajah-Mu, sebab Engkau berkenan kepada mereka.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: