Skip navigation

‘Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya. Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: “Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur.” Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati. Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: “Hai anak bangunlah!” Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan. Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.’ (Lukas 8:51-56) 

 Kalau kita melihat ayat diatas, maka kita akan mendapati bahwa ada murid-murid Yesus yang sangat spesial dan dikhususkan. Pada saat mujizat yang luarbiasa, pada saat Tuhan dimuliakan, dan bahkan pada saat Yesus sedang sangat sedih, hanya tiga orang ini yang menyaksikan. 

 ‘Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.’ (Matius 17:1-3) 

 ‘Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.” Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.”‘ (Markus 14:32) 

 Mengapa Tuhan menonjolkan ketiga orang ini? Sebab didalam diri mereka ada tiga karakter yang Tuhan mau untuk gerejaNya miliki. Ketiga orang ini merupakan kombinasi yang luarbiasa. 

 
PETRUS 

 ‘Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.’ (Matius 14:22-29) 

 Disaat orang banyak berteriak : “Itu hantu!” Petrus justru berani mengambil resiko dengan mengatakan:”Kalau itu Engkau TUHAN, suruh aku berjalan di atas air!”.

Seringkali didalam kegerakan, pendengaran dan penglihatan kita dikotori oleh suara-suara dan pandangan-pandangan yang pesimis. Mereka mengatakan : “Kalau memang itu Tuhan, kenapa ada angin sakal?, mengapa ada goncangan? , jangan-jangan sesat!”

Justru pada saat-saat seperti itu gereja Tuhan harus berani menjadi ‘risk taker’‘ untuk memecahkan kebuntuan. Kita harus berani mengambil resiko demi nama Tuhan, supaya kegerakan Tuhan di akhir jaman ini bisa terus berlangsung. 

 
YOHANES

‘Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.’ (Yohanes 21:1-7) 

 Pada saat murid-murid Yesus -bahkan termasuk Simon Petrus- tidak bisa mengenali siapa yang berbicara kepada mereka untuk menebarkan jala di sebelah kanan perahu, Yohanes murid yang dikasihi Yesus bisa mengenal pribadi Tuhan.

Yohanes paling mengenal isi hatinya Tuhan, tidak kabur ketika Yesus disalib. Yohanes adalah rasul yang memiliki ketajaman yang diperolehnya karena menjalin keintiman dengan Tuhan. 

 
YAKOBUS 

 ‘Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.’ (Kisah Para Rasul 12:1-2) 

 Dalam Perjanjian Lama ada hewan yang memang dikembangbiakan khusus untuk pentahiran Bait Allah yaitu lembu merah. Yakobus dijadikan Tuhan untuk jadi yang sulung dari 12 rasul untuk menjadi martir/korban. Dimana justru setelah itu Injil semakin luas diberitakan di mana-mana. Tidak ada kemuliaan tanpa salib.

Ketiga karakter yang dimiliki oleh Petrus, Yohanes dan Yakobus inilah yang harus dimiliki oleh gereja Tuhan untuk bisa menjadi ‘The Dream Team’nya Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: