Skip navigation

‘Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.’ (Matius 13:44)

Banyak orang percaya yang tidak menikmati Kerajaan Sorga, meskipun tidak kehilangan keselamatan karena reaksi mereka tidak menunjukan bahwa dia menikmati Kerajaan Sorga. Hal ini berulang-ulang terjadi dalam hidup.

Ketika kita lahir baru, kita dipindah dari gelap kepada terang yang ajaib. Kita bisa melihat dunia ini menjadi lebih indah.  Memang keselamatan membuat kita berubah. Sama seperti bila kita sedang jatuh cinta dengan seseorang, maka segalanya akan tampak indah.

Tetapi lama kelamaan kita akan menjadi jenuh dan bosan. Mengapa? Karena sebetulnya Tuhan telah siapkan kemuliaan yang lebih besar lagi.

Misalnya, kita melihat apa yang dahulu menjadi kesenangan duniawi kita bila dibandingkan dengan keselamatan yang diberikan oleh Sang Raja Yesus Kristus kita menjadi bersukacita karena kita melihat yang lebih baik ada dihadapan kita yaitu kita memperoleh harta Kerajaan Sorga.

Harta itu membuat kita semakin kaya. Tapi kita akan ditawarkan tingkatan kemuliaan yang lebih tinggi. Harganya? Sama dengan waktu kita menerima keselamatan. Apa itu? Kita harus rela meninggalkan kemuliaan yang lama semuanya, untuk mendapatkan kemuliaan yang lebih besar lagi.

‘Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.’ (Matius 13:45-46)

Pedagang ini sebelumnya telah mendapatkan yang bagus-bagus menjadi miliknya. Tetapi ketika dia menemukan mutiara yang menjadi pencarian bertahun-tahun dia rela menjual semua hartanya untuk mendapatkan mutiara yang dia cari.

‘Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!’ (Mazmur 51:14)

Tuhan meminta kita untuk memiliki sukacita dan kerelaan untuk melepaskan semua kemuliaan yang terdahulu untuk mendapatkan pertumbuhan kerohanian yang lebih tinggi.

‘Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. (Markus 4:16-17)

Syaratnya adalah sukacita dan hati yang rela. Bukan hanya sukacita saja tetapi juga harus rela supaya tidak tersandung, kecewa dan akhirnya murtad.

‘Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.’ ( Matius 12:28 )

Orang yang berani melepas akan mendapatkan Kerajaan Allah, dan orang yang mendapatkan Kerajaan Allah meiliki ciri, bahwa dia berjalan dalam kuasa dan otoritas Kerajaan Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: