Skip navigation

“Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” ( Matius 16:17-18 )

Apa?

Apa Yesus tidak tahu siapa Simon yang sebenarnya? Tempramental, banyak omong, sok tahu. Banyak orang yang sebisa mungkin menghindari diri dari dirinya. Mungkin sudah tidak terhitung berapa banyak orang yang terkena getah kepahitan dari dirinya.

Sepertinya Yesus terlalu berani mengambil resiko untuk menyebut Simon sebagai Petrus. Keberatan nama, karena tidak sesuai dengan karakternya. Selama ini dia selalu bersikap ‘plin-plan’ – tidak punya pendirian. Sementara nama Petrus berarti batu karang. Sangat tidak cocok!

Tapi itulah Yesus…

Selalu membuat yang tidak cocok menjadi cocok. Dia ahli merubah segala sesuatu. Tuhan selalu melihat yang manusia tidak bisa lihat. Itu adalah keahlianNya.

Manusia hanya bisa melihat Simon adalah ilalang, sang ‘trouble maker’, tapi Tuhan bisa melihat bahwa dia sesungguhnya adalah batu karang. Tidak peduli dia pernah tenggelam, tidak peduli dia dicap sebagai jagonya pembuat masalah, bahkan tidak peduli dia pernah menyangkali Yesus sampai tiga kali. Yesus sanggup melihat bahwa Simon adalah Petrus. Titik.

Dengan mengubah namanya, Tuhan sedang menaruh identitas yang baru dalam diri Simon. Dengan terus menyebut namanya yang baru, sebetulnya Tuhan sedang membuat ciptaan yang baru.

Barang rongsokan di daur ulang menjadi barang yang sangat berharga.

Setelah sekian lama manusia mempertanyakan keputusan Tuhan mengubah nama Simon, akhirnya manusia bisa melihat bahwa Tuhan tidak pernah salah. Petrus menjadi rasul yang dahsyat, memenangkan banyak jiwa, bahkan rela menjadi martir demi nama Yesus. Benar-benar batu karang.

Hal yang sama juga dialami oleh Yakub, sang penipu ulung. Semua pernah merasakan ‘hasil karyanya’. Bahkan pamannya sendiri menjadi korbannya. Semua orang tahu siapa Yakub yang sebenarnya.

Lagi-lagi Tuhan menunjukan kreatifitasNya yang tanpa batas. Dia suka sekali membuat manusia geleng-geleng kepala. Ya, itulah keahlianNya, membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Allah sendiri yang mengubah nama Yakub menjadi Israel yang berarti Pangerannya Allah. Benar-benar nama yang tidak cocok dengan karakternya, bukan?

Justru dari Yakub lahirlah bangsa Israel, bangsa yang besar, bangsa pilihan, dan bangsa yang lebih dari pemenang.

Karena dosa, manusia menerima identitas yang rusak dan hancur. Yesus datang untuk memulihkannya.

Sayang sekali banyak orang yang lebih memilih untuk berjalan dengan identitas lamanya sebagai pecundang. Padahal Tuhan menetapkan kita untuk terus naik dan tidak turun, menjadi kepala dan bukan ekor, diberkati dan bukan dikutuk.

Tanamkan identitas yang baru ini kuat-kuat dalam pikiran dan hati kita, dengan terus mengucapkannya (sama seperti Yesus yang terus memanggil nama Petrus, dan tidak pernah lagi menyebut nama Simon). Kita akan melihat hasil perubahan yang menakjubkan dalam hidup kita, dan Tuhan akan tersenyum dan berkata:”benar-benar cocok!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: