Skip navigation

Kuasa, sesuatu yang diperebutkan selama ribuan tahun.

Pada mulanya  Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong gelap gulita menutupi samudera raya,  dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:1-2

Kalau saat ini kita melihat bumi  berbentuk bulat, jaraknya dari matahari tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat, berapa banyak planet, galaksi, bintang-bintang dan lainnya, semua itu sudah ada dalam benaknya Allah. Namun semuanya itu belum tercipta sampai kemudian….

Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Kejadian 1:3

Selama Allah diam saja, sekalipun semua sudah ada dalam pikiran Allah, maka tidak ada penciptaan yang terjadi. Setelah Allah berfirman, mengeluarkan perkataanNya, barulah tercipta sesuatu. Ini adalah caranya Allah.

Lalu setelah bumi diciptakan dengan segala isinya barulah manusia dibentuk dan diciptakan, lalu Allah menghembuskan nafas kehidupan kepada manusia sehingga manusia itu menjadi hidup.

Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas  hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:4-7

Kalau kita lihat ayat-ayat tersebut diatas maka kita mengetahui tujuan Allah menciptakan manusia di bumi, yaitu untuk mengusahakan tanah. Jadi manusia adalah perwakilan dan juga perpanjangan tangan Allah untuk menjalankan pemerintahan Allah di bumi.

Untuk itu Allah memberi kuasa kepada manusia.

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:26-28

Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah sendiri. Jadi manusia “mewarisi” cara-cara Allah untuk bertindak dalam menguasai bumi ini. Manusia dipercayakan kuasa oleh Allah untuk digunakan dengan cara-cara Allah. Bertindak seperti Allah bertindak.

Selama manusia berada dalam keteraturan ilahi maka bumi mengalami harmonisasi. Allah melihat semuanya sunggguh amat baik.

Tetapi ketika manusia memilih untuk percaya kepada perkataan iblis daripada kepada perkataan Allah dan akhirnya memakan buah yang terlarang, maka sebetulnya saat itu manusia dengan sendirinya menyerahkan kedaulatannya kepada iblis. Sejak saat itu manusia berada dibawah kekuasaan si jahat. Hal ini bisa kita lihat dengan jelas melalui perkataan iblis kepada Tuhan Yesus pada waktu Dia dicobai : Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Lukas 4:6

Sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia kehilangan kemampuan untuk menjalankan apa yang Tuhan berikan yaitu kehilangan kuasa untuk menjalankan pemerintahan Kerajaan Allah di bumi. Sampai tiba saat penebusan melalui Yesus Kristus, kuasa itu dikembalikan kepada mereka yang mau mengakui dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya serta menjadikan Yesus sebagai Raja dalam hidupnya.

Sangatlah logis, jika kita mau menerima kuasa di dalam suatu kerajaan maka terlebih dulu kita harus menerima dan mengakui raja yang berkuasa dalam kerajaan tersebut. Jika kita mau dipercaya untuk menerima kuasa Kerajaan Allah maka kita harus mengakui dan menerima Yesus Kristus sebagai Raja yang berdaulat dalam hidup kita.

Lalu bagaimana caranya kita bisa tetap dipercayakan kuasa Kerajaan Allah? kita harus belajar mengikuti dan taat kepada setiap perintah-perintahNya. Kita harus memiliki karakter Kerajaan. Atau lebih tepatnya kita harus menjadikan karakter Sang Raja menjadi karakter kita.

Pertayaann berikutnya adalah bagaimana kita menjalankan atau menyalurkan kuasa Kerajaan Allah ini?

Pada saat kita mengalami penebusan, maka gambaran Allah, kuasa pemerintahan dikembalikan kepada kita. Kemampuan kita untuk menjalankan pemerintahan Kerajaan Sorga dipulihkan kembali. Kita bisa berdoa, “datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di Sorga”. Kita diberi kemampuan untuk menghadirkan realita Sorga di bumi. Kita menyalurkan kuasa Kerajaan dengan cara yang sama seperti Allah kita menyalurkan kuasa. Salah satunya dengan cara kita melepaskan perkataan Allah yaitu perkataan Firman!

Pada saat kita mengucapkan Firman, sebetulnya kita sedang sepakat dengan Dia yang memiliki Firman. Ketika kita sepakat dengan Dia maka apa yang menjadi kehendakNya akan terjadi dalam hidup kita.

Kita harus baca Firman dan tinggal dalam Firman dan setiap hari belajar berjalan dipenuhi dan dikuasai Roh Kudus, maka kita akan menjadi orang-orang kepercayaanNya Tuhan untuk menjalankan pemerintahan Kerajaan Allah di bumi ini.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kisah Para Rasul 1:8

Kuasa yang diberikan kepada kita memampukan kita untuk menjadi saksi Kristus yang memperlihatkan KeagunganNya.

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 61:2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, 61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya. Yesaya 61:1-3

Kita diberikan kuasa, dipenuhi, diurapi dan dikuasai Roh Kudus, untuk memperlihatkan keagungan Tuhan. Keagungan Tuhan akan diperlihatkan kepada dunia ini pada saat  kita memberitakan kabar baik, menguatkan yang lemah, menyembuhkan yang sakit, menghibur mereka yang berduka, membebaskan mereka yang tertawan dan terbelenggu.

Selamat menjadi saksi Kristus!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: