Skip navigation

Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing- masing karena anaknya laki- laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. (1 Samuel 30:6)

Daud, tidak pernah menyangka apa yang akan terjadi di hari itu. Baru saja mereka menuju ke rumahnya, dari kejauhan mereka melihat asap membumbung tinggi. Setelah mereka selidiki lebih jauh, ternyata itu adalah perkampungan tempat dimana Daud dan pasukannya tinggal. Ziglak tempat mereka tinggal ternyata sudah diserang oleh bangsa Amalek. Para istri, anak-anak ditawan sementara harta mereka dijarah habis-habisan.

Ditengah-tengah situasi seperti itu, orang-orang yang selama ini loyal kepada Daud menjadi berubah setia. Mereka begitu marah dan menganggap Daud sebagai pemimpin yang tidak becus, lalu mereka berniat ingin melemparkan Daud dengan batu.

Benar-benar kondisi yang tidak terduga. Tidak ada mata-mata yang memberitahu akan adanya serangan, tidak ada perasaan ganjil, tapi semuanya sudah terjadi. Disinilah Daud mengalami kesendirian.

Sendiri? Sepertinya dulu Daud mengalami situasi yang sama. Dia hanyalah seorang yang tidak dipandang, belum terkenal seperti sekarang ini. Seorang penggembala ternak yang hanya dipercaya dua atau tiga ekor ternak. Sendiri di padang rumput.

Kali ini dia sudah punya pengikut, orang-orang begitu banyak yang mengagumi dia dan mau mentaati apa yang diperintahkannya. Namun ketika Ziglak terbakar, dia merasa ditinggalkan dan dikhianati oleh teman-temannya.

Kembali Daud mengalami kesendirian. Benarkah? Jawabnya, tidak!

Daud adalah seseorang yang sudah mengenal Allahnya jauh sebelum dia dikenal oleh banyak orang. Bukan hanya kali ini saja Daud mengalami situasi terjepit seperti sekarang ini. Itulah yang membuat Daud memilih untuk menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya. Dia memilih untuk berserah namun tidak menyerah.

Pertama, Daud terbiasa mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan di masa lalu. Dengan cara ini Daud bisa melihat pengharapan akan kemenangan di masa depan.

(84- 6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! (84- 7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. (84- 8) Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion (Mazmur 84:5-7)

Apa itu ziarah? Mendatangi tempat-tempat dimana Tuhan melakukan perbuatan-perbuatanNya yang besar di masa lalu.

Daud dalam pikirannya melakukan ziarah di hadapan Tuhan. Dia mengingat-ingat perbuatan-perbuatan Tuhan di masa lalu terhadap Daud.

Pula kata Daud:”TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud:”Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” (1 Samuel 17:37)

Jika Tuhan sanggup menolong Daud menghadapi siang, beruang, Goliath, tentunya kali ini Tuhan juga sanggup menolong dirinya menghadapi orang-orang Amalek.

Kedua, Daud tidak pernah bersungut-sungut atau melemparkan masalah kepada orang lain. Daud tidak mencari kambing hitam, dan membenarkan dirinya sendiri. Dia memilih untuk bersandar kepada kemurahan hatinya Tuhan. Justru melalui masalah-masalah seperti ini, Daud akan semakin mengenal Allahnya yang hidup dan perkasa!

Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. (1 Petrus 1:2)

Ketika kita mau belajar mengenal Allah kita, maka Firman Tuhan menjanjikan kasih karunia dan damai sejahtera akan melimpahi kehidupan kita.

Ketiga, Daud membangun kebiasaan untuk memperkatakan perkataan Rhema dalam hidupnya. Rhema itu dia dapatkan dari persekutuannya dengan Tuhan. Daud tidak ragu-ragu berkata : “Tuhan yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.”

Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan Firman Allah. Ketika Daud ada dalam keadaan terjepit di Ziglak, diapun pasti berkata:”Tuhan yang telah melepaskan aku dari cakar singa, cakar beruang, Goliath, pasti sekarang Dia juga akan melepaskan aku dari kekuatan Amalek!” Lalu karena telinganya mendengar, imannya bangkit dan membuat Daud mengambil keputusan untuk mengejar orang-orang Amalek.

Hasilnya luarbiasa!

Daud meminta petunjuk Tuhan, dan di dalam ketaatannya, Daud mengejar gerombolah Amalek dan merebut kembali apa yang telah diambil oleh mereka.

Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan Daud. Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki- laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali. Daud mengambil segala kambing domba dan lembu; semuanya itu digiring mereka di hadapannya, serta berkata:”Inilah jarahan Daud (1 Samuel 30: 18-20)

Allah memang luar biasa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: